Gun Sintang GUN SINTANG

sex pertama

Jumat, 03 April 2009


Saya punya kebiasaan onani sama sepertiumfk cowok teman-teman saya. Tapi sebagai pbfwcerangsang, saya nggak hanya memakai bukptcmdxu atau film BF tapi juga orang. Soalnyahvuos saudara saya banyak yang cewek plus ca [17tahun2.com] kep-cakep masih SMP, bodinya jadi. Karecmdbaona rumah saya yang besar, saudara saya csyw(terutama yang perempuan) sering menginylmuiap, nah waktu itu yang saya suka. Biasalwruenya malam-malam saya naik ke kamar tamuyrwc, dan mengendap-ngendap. Saya naik ke awnelcdtas ranjang dan mulai aksi saya dengan [17tahun2.com] pegang-pegang bodi saudara saya sambil [17tahun2.com] ngocok

Saya punya kebiasaan onani sama sepertiumfk cowok teman-teman saya. Tapi sebagai pbfwcerangsang, saya nggak hanya memakai bukptcmdxu atau film BF tapi juga orang. Soalnyahvuos saudara saya banyak yang cewek plus ca [17tahun2.com] kep-cakep masih SMP, bodinya jadi. Karecmdbaona rumah saya yang besar, saudara saya csyw(terutama yang perempuan) sering menginylmuiap, nah waktu itu yang saya suka. Biasalwruenya malam-malam saya naik ke kamar tamuyrwc, dan mengendap-ngendap. Saya naik ke awnelcdtas ranjang dan mulai aksi saya dengan [17tahun2.com] pegang-pegang bodi saudara saya sambil [17tahun2.com] ngocok. Nggak jarang saudara saya tidurhyjvc nyenyak banget sehingga saya bisa ngobfesdel-ngobel vaginanya.

Nah, kebetulan vliyfminggu lalu pas libur Sidang Umum sauda [17tahun2.com] ra saya menginap. Ada satu saudara pere [17tahun2.com] mpuan saya yang asli cantik namanya Joytmdicce. Saya kepingin benar ngobel vaginanypjmtha tapi nggak dapat, soalnya dia baru ketokhpegang paha saja sudah sadar. Tapi ini [17tahun2.com] malam lain, saya memulai petualangan saawyrya lagi. Saya naik ke kamar atas, terlipixehat si Joyce tidur dengan posisi nafsuiptikn. Menghadap ke atas (telentang) kaki rmugtlada mengangkang. Darah saya sudah berdelyquimsir saja. Saya mulai naik ke atas ranjabdknlng, ternyata dia memakai celana longgarwhzajd. perlahan-lahan saya mulai tarik celandqmoyanya ke bawah dan mengintip ke dalam. Kpeljelihatan CD-nya. Saya sudah mau masukan [17tahun2.com] tangan saja. Tapi saya takut dia bangulzwon. Tapi, lama-lama saya nggak tahan jugewvgyka. Saya masukan tangan saya, wah dia di [17tahun2.com] am saja. Saya masuk lebih dalam lagi. Nevhqyentuh CD-nya, saya mulai mau tarik CD-pydfnya. Tangan saya satu lagi ngocok-ngocowlmtfk penis saya. Tahu-tahu dia bagun dan msmqrznelihat saya lagi pegang penis saya. Wahnbaj, saya kaget dan buru-buru kabur sambilqseaop berharap dia melupakan dan dikira mimpeospi. Saya mau tidur lagi, "Sialan", dalamgapcid hati saya. Saya belum klimaks nih. Akhtiwpmirnya saya tidur juga. Eh, malamnya saywihba merasa ada yang memegang tubuh saya. [17tahun2.com] Saya bangun, ternyata si Joyce lagi mem [17tahun2.com] egang penis saya sambil tangannya masukykbndx ke dalam CD-nya. Astaga, dia kaget jug [17tahun2.com] a, tapi terus berbicara.
"Dengan ini kplstzita seri ya?" terus dia mau pergi. Meny [17tahun2.com] adari gelagat asyik ini saya langsung buajnyerkata, "Eh jangan pergi. "
Terus dia ybatbertanya "Emang kenapa loe marah?"
"Ngzbuqgtgak kok, loe demen pegangin barang gua,lrzx gue kepenget liat barang loe gimana kakunwsllau kita tukeran?"
Dia diam sebentar tpozgiyerus bicara, "Yang benar?"
"Iya",
"Yacaptvo sudah dech, tapi loe duluan ya?"
Terugdfnps saya pun tarik celana saya yang longgjhmgzar (maklum piyama) dan terlihatlah penijnrbfes saya yang asli tegang (Penis saya 12 gzqkrwcm diameter 4 cm). Lumayan buat anak 16zlgejt tahun. Dia kelihatan senang ditambah hdwkqcorny.
"Boleh gue pegang?"
"Loe mau apihaszqain juga boleh asal jangan disakitin."
xiuts Tangannya bergerak perlahan gemeteran, [17tahun2.com] dia pegang penis saya. Darah saya berdtkfoibesir waktu tangannya menyentuh penis sahlaxcya. Baru sekali penis saya dipegang, ditxypelus sama perempuan. Tangan yang satuny [17tahun2.com] a memegang celananya sendiri sambil sesrimgekali menggesek. Saya lihat tambah hornexqfycy.
"Eh, Joyce cukup donk, giliran lu."tygr
"Nggak ah malu",
"Eh, loe sudah janjwanei, lagian cuma kita berdua kok."
"Ya soyvcudah."
Dia pun mulai memegang celananybzska.
"Eh, tunggu, boleh nggak saya yang qlfnbuka?"
Dia berpikir terus bilang, "Bolpmbgvaeh dech",

Tangan saya mulai memegangdmfte celananya. Terus saya gesek bagian vagthmyinanya dia diam saja. Terus perlahan-laxmwlihan saya tarik celananya turun, kelihatwcbiqan CD-nya putih. Terlihat di bagian vag [17tahun2.com] ina agak basah, perlahan dari samping suwcbqaya tarik CD-nya. Tangan saya gemetar. ufiaDia juga terlihat agak malu. Saya tarikvqhtez ke samping, terlihat vaginanya, bulu kgwqhnoemaluannya paling baru 5 lembar (maklumnmugef baru 13). Saya buka sedikit, bau amis [17tahun2.com] campur pesing mulai menyebar.
"Boleh sgnquaya elus?"
"Boleh",
Saya mulai mengelicfmkus vaginanya, pas saya buka sedikit, keskxvlhlihatan ada daging kecil di bagian atasetius, saya heran.
"Ahh, nikmat Di! Lagi do [17tahun2.com] nk",
Tiba-tiba dia teriak, saya kaget.pvcox Terus saya dapet ide,
"Gimana kalau vhjvuskagina lu gue gesek pakai penis saya?"
loqbu"Hah, jangan saya masih mau perawan",
[17tahun2.com] "Tenang cuma luarnya doang gua jamin pemefzrawan lu nggak hilang",
"Benar?"
"Benfxrhar",
"Ya sudah."
Terus CD-nya saya taukplrik ke bawah dan CD saya saya turuni se [17tahun2.com] ndiri. Saya suruh dia tiduran, terus saykhwlvya letakan penis saya di atas vaginanyaizwynv (waktu itu saya sudah takut ketahuan btisrzokap) terus saya gesek naik turun.
"Ahojneumh nikmat Di, nikmat banget cepetan dikicakdt Di."
Wah saya semakin nafsu saja say [17tahun2.com] a gesek lagi, sementara vaginanya semakiysckin banjir.
"Ahh terus Di, clit gua dontfymik diutamain",
"Hah, apaan tuh clit?"
[17tahun2.com] "Itu daging kecil yang tadi loe pegang"ptqhly,
"Oohh."
Terus saya mulai mencari "cncpelit" tersebut dan saya gesek pakai kepalkhmla penis saya. "Ahh nikmat Di terus Di.ewlyoa"
Saya semakin nafsu saja, terus dia bmqrzifercanda bicara begini,
"Ahh, uhh, ini avmxlhmah dimasukin lebih nikmat kali ya?"
Srugqiaya yang nafsu senang benar dengar begicbsvtu. Saya ambil koran terus saya alaskanjfuqo pantatnya.
"Ngapain Di?"
Saya diam seqcfahaja terus saya pelan-pelan cari lubang [17tahun2.com] vaginanya dan saya sodok masuk penis sauhylaya.
"Ahh, jangan Di, adduuh sakit Di, hzjtquplease jangan ahh!"Saya kasihan juga sawqgsoya tarik sedikit. Terus saya sodok sekuoiavqat tenaga"Ahh sakit banget Di, aduhh.."lxqre
Saya cuek terus saya sodok sedikit. Sgquoabambil memegang payudaranya saya bisa me [17tahun2.com] lihat dia menangis. Tapi saya cuek, sayracmsa kayuh saja terus.
"Ahh Di sakit Di, [17tahun2.com] loe tega loe Di, pokoknya perawan gue l [17tahun2.com] u yang ambil."Tapi lama-lama dia diam jghuqauga, dia malah mulai menikmati.
"Ahh, mngvqAhh, ohh, terus nikmat juga, teruss."
hsnu
Mungkin karena sama-sama baru, nggak gxzbjflebih dari 15 menit kita sama-sama klim [17tahun2.com] aks, saya keluarkan sperma saya di dala [17tahun2.com] m, asli nikmat banget. Setelah selesai,cqbzen kita duduk senderan, koran tatakan tadgcnjti ada noda darah, darah perawan dia. Savjbcnya lihat dia menangis sambil nmenyandar [17tahun2.com] kan kepalanya ke dada saya.
"Ah, Di, ldjoioe ngambil perawan gue, gue nyesel, taplwgci nikmat kok, gue tapi nggak ngarep loecabqj mau tanggung jawab, asal loe mau begindpeytbi terus sama gue, lagian gue juga kok yxnqucang mulai."
"Nggak, apapun yang terjad [17tahun2.com] i saya tanggung, setelah cukup umur loeethbjq bakal gue nikahin apapun resikonya."
[17tahun2.com] "Benar?"
"Suer!"
"Asyikk, loe baik dewnsgh, lain kali gue mau lagi deh."

Sekiakgitan pengalaman saya dahh!djfyzw

Tamat




Baca Selengkapnya......

vidio sex sintang

Banana Split

By indocerita | September 15, 2007

Aku seorang cewek berumur 17 tahun dan masih kelas ii SLTA.

Banana Split

By indocerita | September 15, 2007

Aku seorang cewek berumur 17 tahun dan masih kelas ii SLTA. Diantara teman-teman, aku mungkin paling pemalu. Aku sering naksir cowok tapi aku takut untuk memulai hubungan. Di dalam kamar, aku sering membayang-bayangkan wajah cowok yang kutaksir, membayangkan bagaimana kalau bercinta dengannya, berhubungan seks dengannya, sehingga hal ini sering membuatku sangat terangsang. Akhirnya aku sering beronani dengan mengusap-usap vaginaku yang mungil.

Pada awalnya sih aku hanya senang mengusap-usap clitorisku sambil melihatnya lewat cermin yang kuletakkan sedemikian rupa sehingga aku bisa memandangi vaginaku lewat kaca itu. Mungkin karena keseringanku beronani dengan cara mengusap-usap bagian luar vagina dan clitoris lama-kelamaan aku kurang puas jika hanya meraba clitoris, tanganku mulai merambah daerah di bawah clitoris, meraba-raba bibir vaginaku yang mungil kemerahan dan ternyata rasanya lebih nikmat meskipun geli sekali. Kadang-kadang bibir itu aku buka dengan tangan kiri dan jari tangan kananku masukkan pelan-pelan ke dalam lubangnya, pada awalnya sih terasa sakit tapi lama-kelamaan nikmat sekali, aku putar-putar jariku dalam lubang sambil sesekali aku memasukkan dalam-dalam berusaha meraih tonjolan yang berada di ujung lubang vagina dan rasanya selangit deh rasa-rasanya aku ingin memasukkan jari ini dan menggerakkan keluar masuk secara cepat, terpikir olehku bagaimana rasanya kalau yang ada di dalamnya adalah sebuah penis yang bergerak keluar masuk. Tak terbayang bagaimana rasanya. Tapi aku belum berani melakukan hubungan seks dengan lelaki aku takut kalau hamil dan aku juga belum punya pacar.

Karena keenakan hampir setiap hari aku beronani terkadang aku berpikir, aku hyperseks tapi biarin deh yang penting nikmat. Karena seringnya beronani maka pada saat di kamar terkadang aku sengaja tidak mengenakan celana dalam dan hanya mengenakan kaos dan rok atau hanya mengenakan daster sehingga aku bebas meraba vaginaku. Sewaktu mengganggur sendirian di kamar aku sering memandangi vaginaku lewat kaca cermin sambil membersihkannya dari cairan-cairan atau merapikan rambut-rambut kemaluanku yang mulai panjang, bahkan aku menyediakan waktu khusus untuk merawat vaginaku.

Suatu saat aku bangun pagi-pagi sekali dengan kondisi sangat bernafsu, memang nafsuku sangat tinggi pada hari-hari menjelang haidku datang atau pada beberapa hari setelah haid, padahal sebelum tidur aku telah beronani, pagi itu aku bingung mau bagaimana antara ingin memuaskan diriku sendirian atau berhubungan seks karena malam itu aku mimpi berhubungan seks dengan seseorang. Kemudian aku keluar kamar untuk pergi ke kamar mandi ingin pipis dulu, saat lewat di ruang makan aku melihat pisang yang ada di atas meja makan sisa tadi malam. Tanpa pikir panjang aku mengambil pisang itu satu dan aku bawa masuk ke kamar. aku langsung rebahan di atas tempat tidur dan memulai beraksi. Aku meraba-raba vaginaku, sebentar saja vaginaku sudah sangat basah, dan aku melepas daster yang kukenakan sehingga aku langsung telanjang bulat karena aku hanya mengenakan daster. Pada saat itu aku tidak bisa menceritakan bagaimana rasanya nafsuku benar-benar tinggi. Jari-jariku dengan liar merambah seluruh bagian vaginaku, bahkan sampai clitorisnya aku pencet-pencet hingga nikmatnya luar biasa. Kalau biasanya hanya satu jari yang kumasukkan ke liang vagina maka sekarang dua jari aku masukkan bersamaan dan rasanya memang nikmat sekali sampai sampai seluruh badanku tergetar keenakan.

Kemudian kuambil pisang yang tadi aku ambil dari meja makan. Aku kupas dan kemudian kumasukkan ke dalam vagina sambil membayangkan bahwa itu sebuah penis, saat mulai masuk nikmat sekali kemudian setelah separuh lebih masuk dan dibiarkan di sana dalu sambil menikmati bagaimana rasanya. Kemudian pisang itu kugerakkan keluar masuk secara pelahan, rasanya nikmat sekali dan pisang itu aku gerakkan terus keluar masuk dengan tangan kanan sementara tangan kiriku mengusap-usap clitorisku yang menonjol kemerah-merahan. Sambil terus menggerakkan pisang itu aku berpikir kenapa tidak dari dulu kugunakan benda ini kalau rasanya sangat nikmat begini, beberapa saat kemudian terasa olehku seperti ingin pipis yang tertahan dan nikmat yang luar biasa itu tandanya aku segera akan orgasme dan benda itu aku gerakkan dalam-dalam, ya ampun nikmatnya dan akupun orgasme dengan pisang yang sepertiga masuk ke dalam vagina, aku sangat menikmati orgasme ini dan aku biarkan pisang itu ada di sana dan tanganku pelan-pelan meraba-raba kedua payudaraku yang tidak pernah terjamah saat aku onani karena aku lebih tertarik pada vaginaku, kuusap-usap putingku pelahan sambil menikmati kenikmatan yang tiada taranya ini.

Setelah puas kutarik pisang itu pelan-pelan tapi pisang itu patah separuh dan yang separuhnya masih ada di dalam vaginaku, setengah panik aku berusaha mengeluarkan separuh bagian pisang itu dengan tangan tapi tak berhasil malah pisang itu makin masuk ke dalam. Aku sangat bingung harus bagaimana, padahal hari ini aku juga harus ujian sekolah, aku langsung masuk ke kamar mandi dan dengan selang air aku berusaha menyemprot vaginaku dengan air biar pisang itu keluar, tapi tak berhasil juga malah bibir-bibir vaginaku menciut karena kedinginan, mau bilang pada Mama aku malu setengah mati. Akhirnya kuputuskan untuk ke rumah sakit setelah ujian nanti dan akupun bergegas berangkat ke sekolah. Setelah selesai berpakaian dan dandan, aku mencoba berjalan tapi ya ampun terasa ada sesuatu yang menganjal di dalam vaginaku, maka cara berjalankupun lucu aku tidak bisa berjalan dengan langkah biasa karena ada pisang dalam vaginaku.

Sesampai di sekolah aku takut kalau teman-temanku tahu ada sesuatu yang tidak beres dalam vaginaku, pelan-pelan aku jalan dengan langkah yang aneh. Sesampainya di depan kelas banyak teman yang memperhatikan langkahku bahkan ada yang bertanya kenapa Rien kok langkahnya kayak robot? aku diam saja sambil tersenyum kecut. “lecet ya kakinya?”. Untung dia menebak dulu dan tinggal aku iyakan. Saat dudukpun aku bingung soalnya saat dipakai duduk pisang sialan ini sangat terasa kalau mengganjal dan aku juga khawatir bagaimana kalau nanti pisang ini keluar dan terjatuh saat aku sedang berjalan malu kan?

Akhirnya aku mengerjakan ujian dengan tidak konsen dan segera ingin pulang. Saat pulang karena sangat tidak enak saat dipakai berjalan aku naik becak, hatiku ragu-ragu untuk ke rumah sakit, Bagaimana nanti aku bilang pada dokter atau perawat? duh malunya! Akhirnya kuputuskan untuk pulang saja. Sesampai di rumah aku lepas semua pakaianku, aku coba lagi mengeluarkan pisang itu tapi ternyata sulit sekali akhirnya karena kelelahan aku tertidur dengan kondisi telanjang dan kaki yang mengangkang karena posisi itulah yang paling nikmat.

Sore hari, aku terbangun dan berusaha lagi mengeluarkannya setelah makan siang yang terlambat. Aku berdiri dengan setengah berjongkok sehingga vaginaku terbuka lebar dan jari tangan kananku mencoba mengeluarkannya sementara tangan kiriku berpegangan pada tempat tidur biar tidak jatuh. Tapi sia-sia saja usaha ini karena jari-jariku sulit menjangkaunya, akhirnya karena setengah putus asa aku gunakan sebuah sumpit mie ayam untuk mencoba mengeluarkannya. Dengan posisi yang sama pelan-pelan kumasukkan sumpit itu pelahan dan setelah terasa sampai di pisang aku songkel pelan-pelan pisang itu karena terasa agak sakit. Pelan-pelan terasa olehku kalau pisang itu akan keluar kemudian tangan kiri aku gunakan untuk membuka bibir vaginaku biar pisang itu mudah keluar. Dan akhirnya.., telepok.., pisang itu keluar dan terjatuh di antara kedua kakiku, lega sekali rasanya. Ketika aku melihat pisang yang sudah jatuh itu aku agak geli juga benda itu bentuknya sudah tak karuan dan baunya juga sudah tercampur dengan bau vaginaku, setengah hari dia berada di dalam vaginaku dan membuatku kebingungan setengah mati. Kemudian aku buang pisang itu dan aku ke kamar mandi untuk membersihkan vaginaku dari sisa-sisa pisang.

Akhirnya aku kapok menggunakan pisang untuk beronani dan kemudian aku berencana untuk membeli sebuah dildo (penis buatan) untuk beronani. Dan aku sarankan buat teman-teman cewek kalau kalian ingin beronani dan akan memasukkan sesuatu benda yang menyerupai penis ke dalam vagina kalian jangan menggunakan pisang. Kalaupun akan menggunakan pisang gunakan yang masih mentah (hijau) karena masih keras dan tidak mudah patah kemudian gunakanlah secara pelan-pelan dan hati-hati agar tidak patah. Dan kalau cairan vaginamu sangat banyak jangan menggunakan pisang meskipun pisang mentah karena cairan yang banyak akan melembekkan pisang itu dan membuatnya cepat patah.


Baca Selengkapnya......